Sabtu, 18 Juli 2020

Akhirnya gua memutuskan jadi Ayah ASI

Buku Catatan Ayah ASI


Ayah ASI? Makhluk apa itu? Mungkin sebagian dari kalian yang membaca tulisan ini sudah pernah mendengar tentang Ayah ASI tapi bagi kalian yang belum, gua akan menceritakan legenda makhluk mitologi ini. He he he .

 

Suatu hari di awal pernikahan gua pada tahun 2012, gua menemukan sebuah buku yang tergeletak di atas meja tamu ketika pulang dari kantor. Terlihat jelas judulnya “ Catatan Ayah ASI “. Ah palingan buku bacaan istri, pikir gua dalam hati. Selesai mandi dan makan malam gua melihat buku itu masih di tempat yang sama. Penasaran, akhirnya gua tanya ke istri, “ Itu buku apa bu?” “Baca aja!” jawab istri sambil tersenyum.

 

Ah ini pasti akal-akalan istri aja nih biar gua baca tentang asi pikir gua. Akhirnya gua mengurungkan niat untuk membaca buku itu dan pergi tidur.

 

Ketika terbangun menjelang subuh, gua melihat buku itu masih berada di posisinya semula. Penasaran, dengan judulnya, gua pun memutuskan untuk mengintip isinya. Baca dikit ah sambil menunggu azan subuh, pikir gua.

 

Seperti stigma yang sudah terbentuk dalam masyarakat kita, pada awalnya gua juga berpikir ngapain sih laki ngomongin tentang ASI? Bukannya anak itu urusan ibunya ya? Tapi setelah membaca tiap lembar buku itu gua seakan melihat cahaya Ilahi yang memberikan pencerahan pada diri gua. Bahasa yang lugas, to the point, khas obrolan kaum pria, membuat gua bisa memahami dengan baik apa yang ingin disampaikan buku ini.

 

Buku ini menceritakan kisah para penulisnya tentang bagaimana pengalaman mereka ketika istri melahirkan dan apa problem yang mereka hadapi. Pengalaman yang belum pernah gua rasakan ini tentu saja menjadi wawasan baru dan membuka pikiran gua betapa pentingnya peranan ayah dalam kehidupan seorang anak sejak dia lahir.

 

Memang seberapa pentingnya peran seorang ayah sih? Dr Utami Roesli pernah menyatakan berdasarkan penelitian diketahui bahwa lebih dari 98% ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari orang terdekatnya terutama suami, berhasil memberikan asi eksklusif bagi bayinya. Suami adalah support system yang sangat dibutuhkan sang istri sebagai pelindung, pemberi rasa nyaman, cheerleader, dan peran pembantu lainnya saat proses menyusui.

 

Sayangnya seperti yang sudah gua bilang di atas, kebanyakan kaum laki berpikir bahwa mengurus anak adalah hak prerogratif sang istri. Padahal bikinnya berdua, harusnya ngurus anaknya juga berdua kan ya? He he he.

Sebetulnya para ayah ini bukannya tidak mau ikut campur dalam urusan anak tapi kebanyakan lebih kepada gak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu istri. Nah, karena itulah hadir Ayah ASI yang berniat untuk saling berbagi pengalaman dalam hal memberikan dukungan terhadap istri yang sedang menyusui. Edukasi yang dilakukan tentu saja dengan menggunakan pendekatan melalui sudut pandang dan bahasa laki-laki sehingga dapat diterima dengan baik oleh para bapak ini.

 

Setelah membaca buku Catatan Ayah ASI  pun gua jadi tergerak untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang dunia pernenenan dan ASI. Mulai dari baca artikel-artikel yang ada di internet sampai ikutan kelas edukasi menyusui yang diadakan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Berangkat dari hal itulah akhirnya gua pun berusaha untuk aktif ikut mengkampayekan pentingnya dukungan suami terhadap keberhasilan proses ibu menyusui.

 

Nah kalo elo mau tahu lebih banyak lagi bagaimana cara memberikan dukungan terhadap ibu menyusui, pantengin terus tulisan-tulisan di blog ini ya atau dengerin juga podcastnya ayah ASI. Kita sih memang bukan ahli tapi kita suka untuk berbagi. J

Workshop Ayah ASI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IDN Pictures dan gairah industri film Indonesia

IDN Pictures dan gairah industri film Indonesia Siapa yang suka nonton di bioskop? Gua adalah salah satu orang yang sangat menyukai nonton f...